......diluar sedang mendung.......
Si kecil tertidur di ranjangnya... Lelap dan pulas...
Ah.... Lega rasanya melihatnya tidur seperti itu. Tidak ada beban di wajahnya meskipun lelah sehabis bermain dan tertawa-tawa. Yang tampak hanya ketenangan... Biasanya dia akan tertawa dalam tidurnya. Mungkin mengenang kesenangan yang ia jalani sebelumnya.
Kami hanya berdua di kamar ini. Diiringi suara Rossa dari cd player. Si kecil sepertinya suka dengan cd ini. Dia akan tidur dengan lena bila cd ini dimainkan. Padahal semasa ia belum hadir di dunia, ia akan "menari" dengan iringan lagu anak-anak dan Mozzart. Mungkin ia butuh perubahan. Atau ingin mencoba sesuatu yang lain...
Entahlah... Aku sedang berusaha memahaminya. Seperti dia yang juga sedang berusaha mengenalku. Karena kami memang masih belajar saling mengerti...
Diluar sedang mendung... Dan aku merasa sendirian. Tiada yang diajak bicara. Padahal aku ingin bercerita tentang si kecil. Tentang berat badannya sekarang. Tentang kesukaannya bercerita dan tertawa-tawa...
Atau tentang keinginanku untuk menjelajah sisi lain negeri ini. Karena aku akan kembali ke tanah air sebentar lagi...
Diluar sedang mendung... Membuatku jadi melankolis. Mengingatkanku tentang tanah air, keluarga dan teman-teman... Entah mengapa rasanya sendu...
Tapi meskipun diluar sedang mendung, si kecil tetap pulas di ranjangnya. Baginya tak ada mendung yang dapat membuatnya gelisah... Karena dunianya adalah segala yang mudah, indah dan menyenangkan...
t.a.n.t.a.n.g.a.n
Emang susah kalo lagi "buntu"... Mau jungkir balik gimana pun juga pasti ga ada hasilnya. Padahal dead line-nya hari ini... Mesti mulai dari mana ya? Ah... ini gara-gara terlalu berani nerima tantangan si Tampan. Padahal mungkin saja dia sudah memperkirakan kalo aku ga bakal bisa menyelesaikan tantangannya. Boro-boro selesai, mulai saja belum....
"How are you...?" Kepala bulat itu nongol di jendela kamarku. Bikin kaget aja!
"No need your attention," sambarku.
"Ups..," si kepala bulat menutup mulut dengan tangannya dan berlalu.
Tapi walaupun si kepala bulat batal mengganggu, tetap saja tak ada yang bisa aku kerjakan. Dasar lagi "buntu"......!
"So, how's your bet? Ready yet?" Si Tampan bertanya dengan senyum kemenangan yang sudah dia siapkan di wajahnya.
"Why are you so sure that i can't do it?" aku penasaran.
"Coz i know for sure that you are the one that overestimated with herself," katanya yakin.
"Hah! And now i know that you are the one whos always underestimated with others!" Kuletakkan naskah yang sudah ku jilid rapi di atas mejanya sambil berlalu dengan senyum puas...!
Paling gak ada beberapa hal yang aku dapat dari "taruhanku" dengan si Tampan. Yaitu jangan (terlalu) berani menerima tantangan seseorang kalau memang kita gak mampu. Tapi kalau kita terlanjur terima tantangan, kita harus berani tanggung akibat atawa resikonya. Karena sebenarnya ada hal-hal yang tiba-tiba bisa kita kerjakan waktu kepepet. Hanya saja, mungkin hasilnya tidak maksimal. Ala kadarnya lah... Kan sayang banget.
Yang jelas, jangan berhenti "menggali" dan "menjelajahi" diri sendiri. Kemungkinan ada beberapa hal yang kita miliki secara positif tapi tidak (atau belum) kita sadari. Gak perlu nunggu orang lain mengingatkan atau memberitahu akan apa yang kita miliki. Dan... jangan baru nyadarin apa yang kita miliki setelah semuanya hilang, ya....!