Friday, May 26, 2006

bingung

Ini bukan sebuah protes atas keadaan atau sebuah “anti”…
Ini hanya sebuah uneg-uneg dari seorang Yuli Wardiana.
Dari sudut pandang seorang Yuli Wardiana.

Sebenarnya tidak ada orang atau pun hal yang memaksa aku untuk berusaha mengerti laki-laki. Mereka adalah mereka. Tapi itulah yang (mungkin) “mengusik”ku…

Entah mengapa mereka begitu “berbeda” dariku yang (kebetulan?) seorang perempuan.
Atau (kebetulan?) aku perempuan yang “berbeda” dari perempuan lain dalam memahami laki-laki?

Sepertinya laki-laki mempunyai dunia mereka sendiri yang memang tidak bisa aku mengerti. Dunia yang berisi tentang segala milik mereka, kemauan mereka, kemampuan mereka, dan sebagainya…. yang walau dengan cara apapun tak terjamah olehku.
Cara mereka “berusaha keras” untuk menyelesaikan pekerjaan mereka, usaha mereka untuk melaksanakan tanggung jawab, cara mereka menjaga kredibilitasnya dimata teman-teman mereka… sungguh sesuatu yang untouchable bagiku.
Sepertinya mereka tidak pernah capek bekerja, tidak pernah lelah untuk sibuk, dan tidak pernah bosan serta selalu ada waktu untuk teman-teman mereka & urusan mereka.

Sebenarnya (menurutku) perempuan juga punya sisi seperti itu.
Tapi ada hal yang sangat berbeda... Se-klise kata orang-orang, perempuan lebih mengutamakan perasaan daripada logika. Jadi... perempuan akan punya waktu untuk laki-laki, tetapi laki-laki belum tentu punya waktu untuk perempuan.

Aku hanya tidak bisa mengerti, mengapa mereka bisa merasa tidak butuh (kemudian tidak perduli) dengan perempuan (yang kalau saja mereka mau jujur) yang mereka butuhkan.
Sementara mereka lahir dari seorang perempuan...

Aku sendiri punya seorang anak laki-laki, yang insya Allah dalam waktu dekat akan punya seorang adik laki-laki...
Tapi anak laki-lakiku sungguh menyenangkan.
Menenangkan jiwaku...
Bahkan mampu membuatku tersenyum dikala aku menangis (yang mungkin karena laki-laki).

Dan sekarang aku mulai merasa takut.
Cemas...
Apakah anak laki-lakiku nantinya akan menjadi seorang laki-laki yang tidak bisa kupahami itu....?

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home