Ada julukan baru buat kakak dari papa, pemain sinetron. Ini karena kakak sekarang suka banget acting, suka pura-pura dan papa suka ketipu sama tingkahnya. Hehehe…. Misalnya beberapa hari yang lalu waktu papa pulang dari kantor, ketika masuk ke kamar dia lihat kakak lagi tutup mata alias tidur jadi papa naruh tasnya pelan-pelan dan pelan-pelan juga deketin kakak untuk dicium (kebiasaan papa kalo balik dari kantor, mencium anak2nya…:-D). Waktu udah dekat si kakak langsung buka mata sambil ketawa cekikikan. Muka jahilnya keluar… Hahaha…
Begitu juga waktu dia disuruh mandi sore kemarin. Kakak sedang main dengan si mbak pekerja rumah tangga kami di garasi sambil ketawa-ketawa, sedangkan adek lagi dimandikan sama babysitter-nya. Sesuai kebiasan kalo adek sudah kelar mandinya giliran kakak mandi. Begitu papanya manggil, “Kakak, ayo mandi dulu…” kakak langsung lari masuk ke rumah. Tapi bukannya siap-siap buka baju dia malah mengambil botol susunya di meja lalu tiduran di depan tivi dan bilang, “Bobo susu dulu.” Karena ga mau mandi dia pura-pura minum susu biar ga disuruh mandi. Hahaha…
Alhamdulillah si kakak sekarang tetap sehat dan tambah cerdas. Meskipun tidak segendut adek tapi paling tidak dia makan dan tidur yang cukup dan teratur, serta tidak sakit. Kalo makan nasi sukanya pake telur dadar, tempe goreng dan nugget. Sayangnya dia ga terlalu suka sayur, tapi mau makan buah. Sekarang dia lagi sibuk mondar mandir sambil makan roti tawar pakai nutella, kesukaanku waktu lagi mengandung dia. Hehehe… Sekali-sekali dia minta di belikan pizza, rotiboy, atau ayam goreng Kentucky. Sepertinya dia lebih suka makan roti daripada nasi, karena kalo roti bisa kuat dia makan sampe bener-bener ga sanggup makan lagi sedangkan kalo nasi kadang belum habis sudah minta berhenti. Mungkin menunya bukan menu ideal atau menu sehat untuk anak seusia dia, tapi buat aku yang penting dia mau makan. Karena sebelumnya aku sudah sempat mengalami masa-masa frustasi untuk menyuruhnya mau makan. Fuih… bener-bener bikin bingung waktu itu. Mungkin karena aku terlalu idealis untuk ngikutin yang tertulis dibuku-buku mengenai pengasuhan bayi dan anak, tentang pola dan menu makanan sehat. Yang ada waktu itu aku harus kejar-kejaran sama dia karena dia ga suka dan ga mau makan. Segala vitamin penambah nafsu makan juga di cobain karena khawatir sama “ke-ogah-an” si kakak untuk makan. Untungnya dia masih rajin minum susu. Tapi tetap aja akhirnya dia ga terlalu sehat, jadi gampang sakit. Dan kemudian aku mengalah memberikan sesuai keinginan dia aja, bukan keinginanku. Hahaha… Satu pembelajaran buatku.
Pernah satu waktu ketika aku keluar berdua dengannya untuk suatu urusan di bank, sepulang dari sana kita berpapasan dengan anak-anak sekolah dasar yang baru pulang sekolah.
“Mama, banyak kakak-kakak sekolah,” katanya.
“Iya.”
“Besok kakak ghazi mau sekolah ya,” katanya lagi.
“Iya.”
“Besok beli sepatu ya, ma.”
“Untuk apa, kak?”
“Untuk sekolah. Nda boleh pake sepatu ini kalo sekolah,” jawabnya sambil menunjuk sepatu jalan-jalannya yang berwarna putih.
Hahaha…. Bisa aja si kakak.
Jangan coba-coba memberikan jawaban “menggantung” padanya karena bisa-bisa obrolannya jadi panjang. Sepeti waktu kami sekeluarga lagi jalan-jalan di hari sabtu lalu, si kakak berdiri dikursi belakang sambil memperhatikan mobil-mobil lain.
“Mama, ada panther kaya punya kai di belakang…” (Kai adalah panggilan untuk kakeknya di Balikpapan)
“Iya.”
Kemudian…
“Ma, panther-nya ilang. Kemana, ma?”
“Udah di depan, kakak.”
“Kenapa di depan?”
“Karena sopirnya buru-buru.”
“Kenapa buru-buru?”
“Karena takut pagarnya nanti ditutup.”
“Pagarnya siapa yang ditutup?”
“Pagarnya rumahnya panther.”
“Siapa yang punya rumah?”
Gubraks…. Langsung aja si papa sibuk ngetawain aku yang kebingungan sendiri.
Ada satu kebiasaan lucunya (menurutku) kalo mau tidur, dia suka mencari sudut bantal untuk dipegang. Jadi tangan yang satu pegang botol susunya, tangan yang lain meraba-raba ujung bantal. Dan harus ujung bantal yang kotak, ga bisa ditukar dengan guling atau benda-benda lain. Kadang-kadang dia terbangun tengah malam untuk kemudian memperbaiki posisi tidurnya agar bisa memegang ujung bantal. Hahaha…
Paling nikmat memperhatikan wajahnya ketika dia tidur. Rasanya bahagia sekali memiliki dia… Dan aku menyayanginya.
0 Comments:
Post a Comment
Links to this post:
Create a Link
<< Home