Tuesday, September 18, 2007

Hari pertama yang melelahkan… (catatan liburan tgl 20 Agustus 2007)

Hari pertama liburanku ini dimulai dari jam 6 pagi ketika aku dan suami sudah siap untuk berangkat ke airport. Taksi sudah menunggu di luar tapi anak-anak belum bangun, jadi aku coba membangunkan mereka satu per satu. Yang pertama si adek dulu karena biasanya jam segini dia memang sudah bangun. Waktu aku masuk ke kamarnya ternyata dia memang sudah “setengah bangun”, lagi leyeh-leyeh sambil minum susunya dan begitu melihatku dia tersenyum lebar memperlihatkan gigi-giginya yang baru 7 biji. Hihihihi… Kuciumi wajahnya lalu dia digendong sama nenek. Kemudian giliran si kakak yang aku bangunkan, tapi yang dicari malah si papa…

“Papanya aja gendong....,”katanya. Memang kalo ada si papa untuk urusan si kakak seh mamanya ga laku. Huuu… Bersama ato dan neneknya serta pengasuh si adek, kedua anakku mengantar kami sampai ke pagar.

Taksi ngebut mengantar kami ke airport jadi bisa check-in sebelum jam 7. Jam 8 beangkat ke Jakarta dengan Lion Air dan alhamdulillah tiba dengan selamat jam 9 lewat waktu Jakarta. Terdapat perbedaan waktu satu jam antara Jakarta dan makassar, waktu di Jakarta lebih lambat daripada waktu makassar... seperti kata pramugarinya. Hehehehe…

Berhubung dari rumah belum sempat makan dan di pesawat Cuma dapat air mineral, jadi begitu keluar dari pesawat dan melapor kami buru-buru cari makanan karena menurut jadwal kurang lebih satu setengah jam lagi kami harus boarding untuk keberangkatan ke Batam.

Setelah mengisi perut dengan soto ayam dan membeli Koran kami menuju ruang tunggu, tapi ternyata jadwal yang tertera pada screen didepan ruang tunggu memberitahukan bahwa keberangkatan kami ditunda menjadi jam 12 dan di gabung dengan penerbangan ke Pekanbaru. Selama di ruang tunggu aku sempat chat dengan sahabatku di bogor dan menegaskan kabar bahagianya… (selamat ya, jeng… :-D).

Lalu ruangan mulai terasa “panas” ketika ada seorang penumpang tujuan Pekanbaru tiba-tiba kedengaran marah-marah di meja petugas. Katanya dia udah nunggu sejak jam 10 pagi tapi kok sampai sekarang ga ada kejelasan kapan bakal berangkat. Ternyata bukan Cuma kami yang udah capek nunggu dan saat itu sudah jam 1 siang. Dan suasana panas itu terus berlanjut sampai jam 2 lewat kami diminta untuk naik pesawat yang katanya sudah selesai diperbaiki. Ketika si bapak yang tadi marah-marah di ruang tunggu itu masuk ke dalam pesawat ternyata marahnya belum habis, sambil teriak dia bilang sama pramugari kalo dia lapar dan minta makan. Asli! Perasaan aku waktu itu jadi ga enak banget, was-was… Khawatir karena harus berangkat dengan pesawat yang baru aja dibenerin dan khawatir karena harus berangkat dengan penumpang yang ngamuk2. Dan setelah menunggu (lagi) beberapa waktu di dalam pesawat sambil kipas-kipas akhirnya pramugari mengumumkan bahwa para penumpang disuruh turun karena ternyata pesawatnya belum benar-benar kelar dibenerin. Gubraks! Aku langsung bilang sama suami sebaiknya kami coba cari pesawat lain aja dan dia setuju. Tapi sayangnya ternyata hari itu penerbangan ke Batam schedule-nya ga jelas. Entah mengapa penerbangan hari itu (terutama Lion Air) sepertinya agak kacau. Di ruang tunggu keadaannya jadi ga karu-karuan karena banyak orang yang tidak mematuhi larangan untuk tidak merokok disitu, belum lagi penumpang yang numpuk karena keberangkatan yang ditunda dan penumpang yang marah-marah karena capek nunggu dsb. Akhirnya pihak Lion menyiapkan makan siang sebagai kompensasinya, hanya saja jumlahnya tidak mencukupi… buktinya aku dan suami ga kebagian. Hiks…

Dan akhirnya kami dipersilahkan naik pesawat jam 3. Yang melegakan adalah, kami naik pesawat yang lain bukan pesawat yang beberapa kali dibenerin tapi ga beres-beres itu. Dan, penumpang yang marah2 itu memutuskan untuk pindah penerbangan yang lain. Fuihhhh.....

Penerbangan dari Jakarta ke Pekanbaru ditempuh dalam 2 jam. Tiba di Pekanbaru kami disuruh turun karena katanya pesawat mau dibersihkan, tapi ternyata kemudian kami harus berlari-lari karena beberapa saat kemudian sudah ada panggilan untuk keberangkatan ke Batam (kalo gitu ngapain disuruh turun segala seh, mbak pramugari...?). Penerbangan ke Batam dari Pekanbaru ditempuh dalam waktu 30 menit, jadi prediksinya kami tiba di hotel jam 6 dengan memperhitungkan perjalanan dari airport ke hotel kurang dari 30 menit.

Sekali lagi aku diperlihatkan oleh kekuasaanNya, manusia boleh berencana tapi ga harus seperti itu pula kenyataannya... Tiba di airport Hang Nadim alhamdulillah memang 30 menit kemudian yaitu jam 5.30, tapi ternyata bagasi kami ketinggalan di Jakarta dan diikutkan pada pesawat berikutnya (jam 7.30) dan kami harus menunggu di airport.

Akhirnya kurang lebih jam 8 kami baru bisa benar-benar tiba di hotel Skyview di daerah Batam Centre (si papa ga mau nginap di daerah Nagoya, takut istrinya ”kalap”... huahahaha...). Berhubung perut kelaparan dan badan udah capek akhirnya kami memutuskan untuk makan di tetangga terdekat hotel aja, di KFC.

Kurang lebih jam 9 barulah segalanya benar-benar beres dan kami bisa istirahat. Ga kebayang kalo Batam dari Makassar bagaikan di ujung dunia, sampai2 kami harus menempuh perjalanan selama 14 jam! Dan yang kali ini aku bersyukur karena tidak mengajak para pangeranku. Ga kebayang deh bagaimana capek dan rewelnya mereka kalo mesti ikut sama mama dan papanya.

Yang jelas, terima kasih ya Allah untuk segala kasih sayangMu. Karena apa yang kami lalui hari ini adalah rencana indahMu untuk kami ;)

0 Comments:

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home